IMG-20260122-WA0000

Karimun – Stadion Badang Perkasa menjadi saksi bisu runtuhnya sebuah kekuatan besar. Tim non-unggulan, Red Cable, baru saja mengukir tinta emas dalam sejarah turnamen Teratai Cup I 2026 dengan menumbangkan tim bertabur bintang sekaligus kandidat kuat juara, N&W, lewat drama adu penalti yang mendebarkan, Rabu (21/1) sore.

Kemenangan ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan sebuah pertunjukan disiplin taktik dan mental baja yang berhasil menjungkirbalikkan prediksi banyak pihak.

Sejak peluit pertama, N&W langsung memeragakan permainan kelas wahid. Dengan penguasaan bola mencapai 60%, mereka mengurung pertahanan Red Cable hampir di sepanjang laga. Namun, dominasi tersebut menemui jalan buntu.

Strategi “parkir bus” yang diterapkan pelatih Red Cable, Prabudi, terbukti menjadi mimpi buruk bagi lini serang N&W. Meskipun terus dibombardir selama 2 x 30 menit, disiplin tinggi lini belakang Red Cable memaksa skor kacamata 0-0 bertahan hingga waktu normal berakhir.

Ketegangan memuncak saat laga harus ditentukan melalui adu penalti. Di hadapan ribuan pasang mata, para eksekutor Red Cable tampil dengan ketenangan luar biasa. Sebaliknya, tekanan sebagai tim favorit tampaknya membebani kaki-kaki pemain N&W.

Kemenangan dramatis di babak adu penalti ini memastikan satu tiket semifinal bagi Red Cable, sekaligus mengirim pulang “sang raksasa” lebih awal dari turnamen garapan Satbrimob ini.

Ditemui usai laga, pelatih Red Cable, Prabudi, tampak emosional merayakan kemenangan anak asuhnya. Ia secara ksatria mengakui keunggulan kualitas individu lawan, namun menekankan bahwa sepak bola dimenangkan di atas lapangan, bukan di atas kertas.

“N&W adalah tim yang sangat kuat, pemain mereka bagus-bagus dan mereka kandidat juara. Tapi kami bersyukur, usaha tidak mengkhianati hasil,” ujar Prabudi, Kamis (22/1).

Ia mengungkapkan rahasia di balik performa spartan timnya yakni motivasi ekstra, menyadari lawan lebih unggul secara materi, tim pelatih menyuntikkan semangat tempur tinggi. Lalau, kolektivitas mengandalkan kerja keras tim dan doa dari jajaran pengurus.

Turnamen Teratai Cup I 2026 yang diikuti oleh 42 tim sejak 2 Desember lalu kini memasuki fase krusial. Tumbangnya N&W mengubah total peta kekuatan. Kini, status “favorit” tidak lagi menjadi jaminan.

Akankah dongeng “Giant Killer” Red Cable berlanjut hingga partai final pada 25 Januari mendatang? Ataukah akan muncul kejutan baru dari tim lainnya? Satu yang pasti, takhta juara kini terbuka lebar bagi siapa saja yang memiliki mental pemenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *