Ada yang berbeda di pesisir Bumi Berazam pada Sabtu, 28 Februari 2026. Di saat warga mulai bersiap menyambut azan Maghrib, derap langkah para prajurit Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tanjung Balai Karimun memecah suasana.
Bukan untuk latihan tempur, melainkan untuk sebuah misi kemanusiaan yang memadukan semangat berbagi dengan pelestarian alam.
Di bawah komando Danlanal Letkol Laut (P) Samuel Chrestian Noya dan Ketua Cabang 6 Jalasenastri Ny. Christina Samuel Noya, aksi pembagian takjil kali ini jauh dari kesan seremonial belaka.
Lanal TBK memilih untuk menjemput bola, menyisir titik-titik nadi masyarakat pesisir mulai dari Simpang Tiga Pasir Panjang hingga Pantai Ketam.
Namun, ada pemandangan unik sebelum bungkusan takjil berpindah tangan. Para prajurit dan anggota Jalasenastri terlihat memunguti sampah yang berserakan di bibir pantai.
“Kami ingin Ramadan ini membawa pesan ganda. Kita berbagi energi lewat makanan, tapi kita juga menjaga ‘rumah’ kita, yaitu laut,” ujar Letkol Laut (P) Samuel Chrestian Noya.
Kepedulian Lanal TBK tidak berhenti di daratan. Personel dari jajaran Pos Angkatan Laut (Posal) dikerahkan untuk menjangkau para nelayan yang masih berada di atas perahu saat waktu berbuka tiba.
Bagi para pejuang nafkah di laut ini, kehadiran bot-bot TNI AL yang membawa takjil menjadi kejutan hangat di tengah heningnya laut menjelang berbuka.
Aksi ini merupakan langkah nyata untuk memastikan bahwa kehadiran TNI AL tidak hanya dirasakan sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai sahabat karib bagi masyarakat kecil, terutama di tengah fluktuasi harga bahan pokok yang kian menantang.
Kegiatan bersih-bersih pantai yang dilakukan sambil menunggu waktu berbuka (ngabuburit) ini diapresiasi luas oleh warga sekitar. Mengingat Karimun adalah daerah kepulauan, kesehatan ekosistem laut adalah harga mati bagi keberlangsungan hidup warganya.
“Aksi ini adalah wujud nyata kepedulian kami. Kami berharap tali silaturahmi antara prajurit dan masyarakat semakin kokoh melalui momen suci ini,” tambah Danlanal.
Hingga matahari terbenam, kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh tawa. Lanal TBK membuktikan bahwa pengabdian terbaik tidak selalu tentang senjata, melainkan tentang seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada rakyat di garis depan pesisir nusantara.
