Sebele – Pembangunan Jembatan Sungai Merpati di Desa Sebele, Kecamatan Belat, Kabupaten Karimun, terus menunjukkan progres positif.
Memasuki hari kerja Minggu, 31 Mei 2026, tim pelaksana di lapangan memfokuskan pekerjaan pada perataan tanah di area jembatan Armco guna mendukung kelancaran tahapan pembangunan berikutnya.
Sejak pagi hari, para pekerja terlihat sibuk melakukan penataan dan pemerataan material tanah di sekitar oprit jembatan.
Kegiatan ini merupakan bagian krusial dalam proses konstruksi, sebab berfungsi untuk memperkuat stabilitas akses keluar-masuk kendaraan menuju badan jembatan yang telah terpasang sebelumnya.
Meski dilaksanakan pada akhir pekan, semangat untuk menuntaskan infrastruktur vital ini tidak kendor.
Sebanyak tiga orang tukang terampil diterjunkan langsung untuk mengeksekusi pekerjaan di lapangan, memastikan target penyelesaian proyek tetap berjalan sesuai timeline yang direncanakan.
Komandan Kodim (Dandim) 0317/TBK, Letkol Inf Andit Franata, menegaskan bahwa kontinuitas pembangunan ini merupakan wujud nyata komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah pelosok dan kepulauan.
“Kami tidak ingin membuang waktu. Meski ini hari libur akhir pekan, pengerjaan oprit Jembatan Sungai Merpati tetap dikebut secara bertahap. Hal ini sangat penting untuk memastikan kontur tanah menuju jembatan benar-benar stabil, padat, dan aman saat dilalui masyarakat nantinya,” ujar Letkol Inf Andit Franata.
Perataan tanah yang dilakukan secara cermat ini dipersiapkan sebagai landasan sebelum memasuki tahapan finishing.
Letkol Inf Andit Franata juga menambahkan bahwa kehadiran jembatan ini sudah sangat dinantikan oleh warga setempat karena menjadi urat nadi penghubung yang krusial.
“Jembatan Sungai Merpati ini bukan sekadar struktur beton dan besi, melainkan urat nadi bagi masyarakat Desa Sebele dan sekitarnya. Begitu jembatan ini rampung, mobilitas warga akan jauh lebih lancar, anak-anak sekolah punya akses yang aman, dan yang paling penting, aktivitas ekonomi serta konektivitas antarwilayah di Kecamatan Belat akan meningkat drastis,” tambah Dandim 0317/TBK.
Hingga laporan ini diturunkan, seluruh aktivitas pekerja di lapangan terpantau berlangsung dengan aman, lancar, dan kondusif.
Pengawasan ketat akan terus dilakukan secara berkala demi memastikan kualitas konstruksi jembatan tetap terjaga, sehingga dapat memberikan manfaat yang maksimal dan berkesinambungan bagi masyarakat Kabupaten Karimun.
