Jenazah bocah di Lampung meninggal usia tersedak buah kelengleng hendak dimakamkan. Foto: Dok. Istimewa
Lampung – Seorang siswa kelas 3, Reyhan Arisyah Putra (9), di Kecamatan Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah, mengembuskan napas terakhir usai tersedak biji buah kelengkeng dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG), 22 September 2026.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 07.40 WIB, tepat di tengah keceriaan jam makan bersama di dalam kelas.
Kasatreskrim Polres Lampung Tengah, AKP M Prenanta Al Ghazali, mengungkapkan bahwa insiden bermula saat korban menyantap buah kelengkeng yang disajikan dalam menu MBG. Naas, Reyhan menyantapnya sambil beraktivitas fisik.
“Sewaktu makan buah kelengkeng menu MBG di ruang kelas, korban makan sambil bermain lari-larian, lalu tersedak,” terang Prenanta dilansir dari Kumparan.com.
Saat saluran pernapasan tersumbat, Reyhan spontan memegang lehernya. Panik, ia langsung meminta bantuan kepada rekannya, Davin. Keduanya bergegas keluar kelas mencari pertolongan dan bertemu dengan penjaga sekolah, Ahmad Surahman.
Ahmad sempat berupaya memberikan pertolongan pertama dengan menepuk-nepuk punggung korban. Namun, kondisi Reyhan tak kunjung membaik hingga akhirnya dilarikan ke ruang kepala sekolah untuk penanganan lebih lanjut dari para guru.
“Korban sempat memuntahkan sisa makanan lain, tetapi buah kelengkeng yang tertelan tetap tidak mau keluar,” tambah Prenanta.
Melihat kondisi korban yang kian kritis, pihak sekolah berpacu dengan waktu membawa Reyhan ke Puskesmas Poncowarno. Lantaran membutuhkan penanganan darurat yang lebih memadai, ia langsung dirujuk ke Rumah Sakit Kartini.
Namun takdir berkata lain. Setibanya di ruang UGD, tim medis yang memeriksa menyatakan bocah berusia 9 tahun tersebut telah meninggal dunia.
Aparat Polres Lampung Tengah bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan dari sejumah saksi di lokasi. Meski demikian, kasus ini tidak dilanjutkan ke proses autopsi atas permintaan pihak keluarga.
“Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi. Jenazah korban sudah diserahkan kepada keluarga di Dusun 9 Kampung Poncowarno untuk dimakamkan,” tutup Prenanta.
