Juli 23, 2024

Kepala DKP Provinsi Kepri Cabang Karimun, Faizal. Foto/Kurasidata.com

Karimun, KURASIDATA.COM – Dinas Kelautan dan Perikanan provinsi Kepri cabang Kabupaten Karimun tengah mendalami adanya dugaan informasi ekspor ikan khusus jenis selar asal Malaysia secara ilegal.

Kepala DKP Provinsi Kepri Cabang Karimun Faizal, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan PSDKP dan Karantina untuk menelusuri kebenaran infomasi tersebut.

“Kita sudah turun bersama PSDKP dan Karantina. Kita dapat kabar ada ikan ekspor masuk ke Kepri. Belum kita temukan, tapi itu memang sudah kita tetapkan indikasinya,” ungkap Faizal, Selasa (11/6).

Meski belum dapat ditemukan secara langsung, namun DKP menduga jika aktivitas ini telah berlangsung beberapa kali. Jalur yang digunakan adalah Malaysia menuju Batam dan Karimun.

“Lewatnya kapal ikan memang ada. Modusnya dari Malaysia dibawa ke Batam. Sudah di Batam disebar, Termasuk ke Karimun. Jadi sudah masuk, cuma belum dapat kita kapalnya apa dan di mana tempatnya,” jelasnya.

Menurutnya, aktivitas tersebut sangat berpengaruh besar terhadap kondisi pasar. Sebab, harga ikan yang ditawarkan jauh di bawah harga semestinya sehingga harus ditindak secara tegas.

“Ini sangat mempengaruhi harga, karena harga ikan selar di pasar itu Rp 50 ribu. Di gudang-gudang bisa Rp 30 ribu lebih. Sementara ini di bawah Rp 20 ribu,” ungkapnya.

Tidak hanya Karimun, modus aksi itu juga dilakukan dengan menyebar pengiriman ikan jenis selar hingga ke wilayah-wilayah lain di Kepulauan Riau.

“Jumlahnya sekitar 10 box. Begitu sudah di Batam baru disebar. Termasuk Karimun. Ini tidak ada dokumennya, makanya kita sama PSDKP dan Karantina cek dokumen ikan seperti apa,” terangnya.

Lebih lanjut, kata Faizal, aksi-aksi ekspor ikan secara ilegal ini diduga berkaitan dengan penangkapan yang terjadi di Kota Batam pada 31 Mei 2024 lalu.

“Mungkin sekarang karena kemarin ditangkap empat ton di Batam. Jadi tidak masuk ke gudang lagi, langsung disebar. Yang pasti ini sudah lebih dari sekali dan sudah sering,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *