Point Blur_Jul022026_134841

Warga mengalami keracunan diduga usai mengkonsumsi bubuk minuman perasa. Foto: Istimewa

Karimun – Tujuh orang warga Dusun III, Bukit Senang, Desa Gemuruh, Kecamatan Kundur Barat, diduga mengalami keracunan massal, Rabu, 1 Juli 2026.

Insiden ini terjadi secara mendadak saat ketujuh pria dewasa tersebut sedang melakukan aktivitas pembukaan lahan di wilayah setempat.

Menariknya, gejala muntah dan buang air besar (muntaber) yang menyerang para korban diduga kuat bukan berasal dari bekal makanan, melainkan dari minuman saset instan yang mereka konsumsi bersama.

Peristiwa bermula ketika para pekerja sedang beristirahat setelah lelah beraktivitas membuka lahan. Dari total tujuh orang di lokasi, enam di antaranya menyantap makanan yang dibawa. Sementara itu, satu orang lainnya memilih untuk tidak makan.

Namun, kesamaan dari ketujuh pria ini adalah mereka sama-sama mengonsumsi minuman saset rasa buah (Jasjus) yang dilarutkan untuk melepas dahaga.

Tak lama setelah menenggak minuman tersebut, ketujuhnya langsung mengeluhkan gejala serupa yakni mual, muntah-muntah, hingga diare hebat.

Salah satu korban sama sekali tidak menyentuh makanan, namun tetap mengalami gejala muntaber yang sama setelah ikut meminum minuman saset tersebut. Hal ini memperkuat dugaan bahwa penyebab keracunan bersumber dari minuman atau air yang digunakan.

Melihat kondisi yang terus memburuk, ketujuh warga tersebut langsung dievakuasi ke Klinik PT Timah untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Kepala Desa Gemuruh, Ary Supriadi, mengonfirmasi kejadian tersebut. Menurutnya, kondisi ketujuh warganya beruntung tidak sampai masuk fase kritis dan langsung ditangani dengan cepat oleh tim medis.

“Kondisinya memang tidak terlalu parah, cuma mengeluhkan muntaber. Mereka sempat diobservasi selama dua jam di Klinik PT Timah dan langsung diberi obat,” ujar Ary saat dikonfirmasi, Kamis, 2 Juli 2026.

Setelah menjalani observasi intensif dan kondisinya dinyatakan mulai membaik serta stabil, seluruh korban akhirnya diperbolehkan pulang oleh pihak klinik pada malam harinya.

“Cuma tadi malam sudah pada pulang ke rumah masing-masing, semuanya 7 orang,” tambah Ary Supriadi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai penyebab pasti kontaminasi pada minuman tersebut, apakah berasal dari bubuk minuman saset, kualitas air yang digunakan, atau faktor higienitas wadah penampung air di lokasi pembukaan lahan.

Warga diimbau untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi air minum, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *