IMG-20260115-WA0053_11zon

Prosesi ziarah makam pahlawan warnai peringatan Hari Dharma Samudera 2026 Lanal TBK. Foto: Istimewa

Karimun – Deru ombak di perairan Tanjung Balai Karimun menjadi saksi bisu penghormatan mendalam TNI Angkatan Laut terhadap para patriot bangsa. Tepat pada Kamis (15/1/2026), Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tanjung Balai Karimun (TBK) menggelar peringatan Hari Dharma Samudera 2026 dengan rangkaian prosesi yang sarat akan nilai historis dan emosional.

Mengusung tema “Kobarkan Semangat Pertempuran Prajurit Jalasena yang Tangguh, Profesional, dan Modern,” acara ini bukan sekadar rutinitas kalender, melainkan refleksi atas heroisme kru KRI Macan Tutul dalam Pertempuran Laut Aru 1962 yang melegenda.

Rangkaian peringatan dimulai saat matahari baru saja meninggi, pukul 07.05 WIB. Jajaran Lanal TBK bersama unsur FKPD Kabupaten Karimun melakukan ziarah rombongan di Pemakaman Umum Taman Bahagia, Bukit Senang.

Lokasi ini dipilih bukan tanpa alasan. Di sana, bersemayam Serma Djamani, seorang pelaku sejarah sekaligus kru KRI Macan Tutul 650 yang menjadi saksi hidup peristiwa heroik di Laut Aru. Komandan Lanal TBK, Letkol Laut (P) Samuel Chrestian Noya, memimpin langsung penghormatan di depan pusara sang patriot dengan suasana yang khidmat.

Usai memberikan penghormatan di darat, rombongan bertolak ke tengah laut menggunakan kapal patroli. Di tengah luasnya perairan Karimun, Upacara Tabur Bunga dilaksanakan. Suasana berubah haru saat karangan bunga mulai dilarung ke permukaan laut, diiringi doa bagi arwah para pahlawan yang gugur menjaga kedaulatan maritim Indonesia.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Kami ingin nilai-nilai perjuangan dan profesionalisme para pendahulu tetap mengalir di nadi setiap prajurit Jalasena masa kini,” tegas Letkol Laut (P) Samuel Chrestian Noya.

Kehadiran tokoh-tokoh penting dari Pemerintah Daerah dan FKPD Kabupaten Karimun mempertegas kuatnya sinergi antarinstansi di wilayah perbatasan ini.

Bagi Lanal TBK, momentum Hari Dharma Samudera 2026 adalah titik balik untuk terus bertransformasi menjadi kekuatan laut yang modern tanpa melupakan jati diri sebagai penjaga samudera.

“Momen ini menjadi nilai semangat bagi kami prajurit TNI AL untuk bisa bekerja secara maksimal demi NKRI,” pungkas Samuel dengan nada mantap.

Melalui peringatan ini, pesan yang disampaikan jelas, bahwa samudera Indonesia akan selalu dijaga oleh mereka yang mewarisi keberanian Komodor Yos Sudarso dan kru KRI Macan Tutul.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *