20260810_102736_11zon

Pelatihan tenun tradisional melayu. Foto: Kurasidata.com

Karimun – Pemerintah Kabupaten Karimun resmi membuka program Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengembangan Industri Tenun Tradisional, Senin, 10 Agustus 2026.

Langkah ini digagas sebagai strategi ganda merawat warisan budaya Melayu sekaligus memacu roda ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Bupati Karimun, Iskandarsyah bersama Wakil Bupati Rocky Marciano Bawole, jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Desa Pongkar, Kepala Desa Pangke, serta Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Karimun.

Menariknya, agenda ini juga menarik perhatian mancanegara. Rombongan asal Johor dan Malaka meliputi Muar, Batu Pahat, Johor Bahru turut hadir.

Kehadiran mereka yang terdiri atas akademisi, prapensiunan dosen Institut Pendidikan Guru Batu Pahat, praktisi perbankan, pelaku usaha, hingga mahasiswa menjadi momentum penting pertukaran budaya dan jaringan bisnis antar-kawasan serumpun.

Rangkaian acara diawali dengan pengumandangan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan Sholawat Busyro, dan doa bersama yang dipimpin Khairol Ihsan.

Bupati Karimun, Iskandarsyah, menggarisbawahi bahwa tenun tradisional bukan sekadar artefak budaya, melainkan aset ekonomi yang berdaya guna tinggi.

“Pelestarian tenun tradisional bukan hanya tentang menjaga warisan budaya, tetapi juga bagaimana budaya tersebut dapat terus berkembang dan memberikan nilai tambah yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tegas Iskandarsyah.

Ia menambahkan, keberhasilan pengembangan industri kerajinan ini membutuhkan keterlibatan lintas sektor mulai dari pemerintah, lembaga adat, dunia pendidikan, hingga sinergi dengan mitra luar daerah dan mancanegara.

Pada tahap awal ini, sebanyak 20 peserta terpilih yang berasal dari tiga kecamatan Tebing, Meral Barat, dan Karimun akan mengikuti pelatihan intensif untuk meningkatkan keterampilan teknik menenun hingga pemahaman manajemen usaha.

“Melalui program ini, produk tenun khas Karimun diharapkan tidak hanya mampu bersaing di pasar domestik, tetapi juga menembus pasar regional Melayu di Asia Tenggara,” katanya.

Acara pembukaan resmi ditutup dengan sesi foto bersama seluruh jajaran pimpinan daerah, narasumber, peserta, serta delegasi dari Malaysia, sebelum dilanjutkan ke agenda pelatihan teknis secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *