Kapal pengangkut barang campuran dan sembako karam di perairan Karimun. Foto: Istimewa
Karimun – Kapal kayu pengangkut barang campuran, KM Ardian Syahputra (GT 34), karam di perairan Pelabuhan Rakyat Indora, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Sabtu,1 Agustus 2026 sekitar pukul 19.49 WIB.
Insiden tersebut dipicu kebocoran pada ruang mesin yang memicu masuknya air laut secara cepat. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kapal beserta sekitar 17 ton muatannya tenggelam dan sebagian hanyut terbawa arus.
Kapal yang mengangkut muatan berupa semen, minyak goreng, dan bahan pokok campuran tersebut sedianya bertolak dari Tanjung Batu menuju Pulau Burung.
Namun, saat kapal masih bersandar di Pelabuhan Indora, air laut mendadak masuk secara cepat melalui bagian poros baling-baling.
Kondisi kian memburuk lantaran mesin pembuangan air (alkon) diduga lupa dihidupkan oleh Anak Buah Kapal (ABK). Alhasil, air dengan cepat memenuhi ruang mesin hingga menyebabkan kapal kehilangan keseimbangan dan perlahan tenggelam.
Insiden tenggelamnya kapal tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Kundur, AKP Sahrianto.
“Iya benar, kejadian tersebut terjadi sekira pukul 19.49 WIB malam tadi. Dugaan sementara ada kebocoran, namun masih perlu didalami lagi,” kata Sarianto saat dikonfirmasi, Minggu, 2 Agustus 2026.
Dalam rekaman video yang beredar, sejumlah ABK terlihat panik dan berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan sisa barang muatan sebelum seluruh badan kapal karam ke dasar perairan.
“Barang-barang campuran berhasil diselamatkan sebagian oleh pemilik kapal,” terangnya.
Nakhoda kapal, Mulyadi alias Bujang, bersama empat orang ABK berhasil menyelamatkan diri tepat waktu sebelum kapal karam sepenuhnya di titik koordinat 0°39.326’N 103°28.113’E.
Langkah cepat ABK memotong dan melepaskan tali ikatan kapal dinilai sangat krusial, sehingga berhasil mencegah dampak kerusakan yang lebih luas pada armada kapal lain yang tengah bersandar di sekitar pelabuhan rakyat tersebut.
Hingga saat ini, total kerugian material masih dalam perhitungan, namun ditaksir mencapai ratusan juta rupiah mencakup fisik kapal kayu KM Ardian Syahputra beserta seluruh muatannya.
Pihak kepolisian melalui Satpolairud Polres Karimun saat ini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengonfirmasi detail penyebab pasti insiden tersebut.
