Jalan lingkar Costal Area menuju Bandara RHA Karimun. Foto: Kurasidata.com
Karimun – Pemerintah Kabupaten Karimun mulai merealisasikan pembangunan lanjutan jalan lingkar yang menghubungkan kawasan Coastal Area hingga Pamak Laut, Kecamatan Tebing. Proyek yang mengarah ke Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) tersebut menjadi salah satu fokus pembangunan infrastruktur daerah pada tahun 2026.
Bupati Karimun Iskandarsyah mengatakan peluncuran proyek akan dilakukan pada Minggu pekan ini sebagai penanda dimulainya pembangunan ruas jalan strategis tersebut.
“Hari Minggu ini akan kami launching proyek pembangunan jalan lanjutan dari Jembatan Kuning Leho ke arah Pamak, arah menuju Bandara RHA Karimun,” kata Iskandarsyah.
Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp9,78 miliar melalui APBD 2026 untuk pembangunan jalan tersebut. Secara keseluruhan, ruas yang direncanakan memiliki panjang 1.375 meter.
Berdasarkan data teknis, pekerjaan tahap awal mencakup pembangunan jalan sepanjang 508 meter yang terbagi ke dalam beberapa segmen, yakni sisi darat sepanjang 401 meter, sisi laut 81 meter, dan sisi tengah 81 meter. Seluruh ruas dirancang dengan lebar 13 meter.
Selain pembangunan badan jalan, proyek juga mencakup pekerjaan betonisasi sepanjang 336 meter untuk memperkuat struktur jalan, terutama pada kawasan yang berdekatan dengan pesisir.
Menurut Iskandarsyah, pembangunan infrastruktur jalan menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan daya saing Karimun dalam menarik investasi.
Ia menilai keberadaan akses transportasi yang memadai harus berjalan beriringan dengan ketersediaan infrastruktur pendukung lainnya, seperti listrik dan pelabuhan.
“Kita harus perkuat infrastruktur sebagai daya tarik orang mau investasi ke kita, termasuk juga listrik dan pelabuhan,” ujarnya.
Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Pemerintah Kabupaten Karimun berupaya mempercepat pembangunan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Badan Pengusahaan (BP) Karimun.
Sebagai kawasan perdagangan bebas atau Free Trade Zone (FTZ), Karimun dinilai membutuhkan dukungan infrastruktur yang lebih baik untuk meningkatkan konektivitas dan memperkuat aktivitas ekonomi.
