Ilustrasi pemadaman listrik di Karimun. Foto: Istimewa
Karimun – Warga Kabupaten Karimun kembali harus bersiap menghadapi pemadaman listrik bergilir. PT PLN (Persero) Rayon Tanjungbalai Karimun mengumumkan bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Unit 2 Karimun mengalami gangguan darurat pada sistem Traveling Grate, Senin, 20 Juli 2026 sekitar pukul 10.30 WIB.
Imbas hilangnya daya dari pembangkit utama tersebut, PLN terpaksa menerapkan manajemen beban untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan daerah setempat. Perbaikan darurat ini diproyeksikan memakan waktu hingga tiga hari.
Manager PLN Rayon Tanjungbalai Karimun, Ahmad Subhan, mengungkapkan bahwa tim teknis langsung bergerak ke lokasi sesaat setelah sistem mendeteksi adanya kerusakan pada bagian mesin tersebut.
“PLTU Unit 2 Karimun mengalami gangguan pada bagian Traveling Grate sehingga membutuhkan perbaikan darurat. Kami memperkirakan proses perbaikan akan selesai pada Rabu malam, 22 Juli 2026,” jelas Ahmad Subhan, Senin, 20 Juli 2026.
Atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat, pihak manajemen PLN secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan di Kabupaten Karimun.
Berkurangnya suplai listrik memaksa PLN membagi giliran pemadam di sejumlah wilayah. Untuk tahap awal pada Senin siang, pemadaman langsung berdampak di wilayah Kawasan Bati, Area sekitar Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) serta Wilayah pemadaman susulan akan diperbarui secara berkala.
Penurunan keandalan kelistrikan ini menjadi catatan tersendiri bagi warga Karimun. Pasalnya, ini merupakan kali kedua dalam waktu berdekatan pemadaman bergilir diberlakukan, setelah pekan lalu kejadian serupa sempat melumpuhkan pasokan daya lokal.
Guna menjaga kelancaran alur pasokan energi sementara selama proses pemulihan, PLN mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan listrik terutama pada jam-jam beban puncak.
Memantau saluran informasi resmi PLN untuk mendapatkan pembaruan jadwal pemadaman bergilir secara real-time.
“Kami terus mengupayakan agar proses perbaikan dapat diselesaikan secepat mungkin sehingga pasokan listrik kembali normal,” tutup Ahmad.
