Stok Melimpah, 460 Ton Beras Tersedia Penuhi Kebutuhan Masyarakat Saat Nataru - KURASI DATA
IMG-20251224-WA0032_11zon

Bulog bersama Dinas Koperasi, Perdagangan, UKM, dan ESDM Kabupaten Karimun meninjau sentra pangan di kawasan Tebing. Foto: Istimewa

Pemerintah Kabupaten Karimun memastikan “dapur” masyarakat tetap aman menyambut pergantian tahun. Berdasarkan hasil tinjauan lapangan terbaru, stok bahan pangan pokok dipastikan melimpah dan mencukupi kebutuhan warga hingga awal tahun 2026.

Fokus utama ketersediaan ini bertumpu pada kekuatan produksi lokal dan cadangan logistik nasional yang ada di gudang Bulog.
Rincian Ketersediaan Bahan Pokok
Pemerintah merinci angka-angka krusial yang menjamin stabilitas pasar di Karimun sebagai berikut:

  • Beras: Tersedia stok sebanyak 460 ton di gudang Bulog, dengan tambahan beras premium 24 ton yang dijadwalkan bongkar dalam dua hari ke depan.
  • Gula Pasir: Distributor telah memesan 30 ton gula dari Jakarta untuk menjaga stabilitas harga.
  • Telur Ayam: Produksi lokal dari Desa Pongkar menyumbang 300 butir per hari untuk mencukupi kebutuhan warga Kecamatan Tebing.
  • Cabai Merah: Petani lokal mampu menyuplai 20 kilogram setiap tiga hari langsung ke pasar-pasar tradisional.

Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, UKM dan ESDM Kabupaten Karimun, Basori, melalui Kepala Bidang Perdagangan, Suhaimi Simbolon, menegaskan bahwa sinergi antara peternak lokal dan ketersediaan stok pemerintah menjadi kunci utama.

“Insya Allah, berdasarkan laporan yang kami terima, 460 ton beras Bulog sudah ada di gudang. Dengan produksi lokal yang berjalan baik, kami optimistis pasokan bahan pokok tetap stabil hingga awal tahun depan,” ujar Suhaimi saat meninjau sentra pangan di Desa Pongkar, Rabu (24/12/2025).

Suhaimi menambahkan bahwa keberadaan petani dan peternak di Desa Pongkar sangat membantu pemerintah dalam menekan potensi lonjakan harga. Distribusi yang cepat ke pasar tradisional memastikan rantai pasok tidak terputus.

Meski angka ketersediaan menunjukkan status aman, Pemda Karimun mengimbau warga untuk tetap tenang.

“Masyarakat diminta berbelanja secara bijak dan menghindari perilaku panic buying atau pembelian berlebihan agar distribusi tetap merata,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *