Dandim 0317/TBK nobar piala dunia bersama warga. Foto: Kurasidata.com
Karimun – Ada yang berbeda dari suasana dini hari di Kedai Kopi Laksana, Jalan Penggadaian, Jumat, 19 Juni 2026 malam. Di saat sebagian besar kota terlelap, ratusan pasang mata di kedai ini justru terjaga, terpaku pada layar kaca yang menyiarkan tensi tinggi laga Piala Dunia.
Namun, daya tarik malam itu bukan cuma soal taktik lapangan hijau, melainkan pemandangan di bangku penonton. Berbaur di sela-sela riuhnya sorakan warga, tampak Komandan Kodim (Dandim) 0317/TBK bersama jajaran perwira staf, anggota Makodim, serta personel Koramil 01/Balai dan Koramil 04/Tebing.
Tidak ada sekat, tidak ada formalitas kaku. Yang ada hanyalah kebersamaan khas warung kopi yang hangat.
Memanfaatkan momentum sepak mula (kick-off) pukul 00.30 WIB, agenda nonton bareng (nobar) ini sukses disulap menjadi ruang komunikasi sosial yang cair. Sambil menyeruput kopi dan menikmati jalannya pertandingan, obrolan mengalir begitu saja mulai dari analisis taktik bola hingga diskusi ringan mengenai perkembangan situasi keamanan di wilayah setempat.
Dandim 0317/TBK mengungkapkan bahwa sepak bola adalah bahasa universal yang paling ampuh untuk meruntuhkan jarak antara aparat teritorial dan masyarakat.
“Kegiatan seperti ini bukan hanya sekadar menonton pertandingan sepak bola bersama. Ini adalah sarana memperkuat silaturahmi, meningkatkan kedekatan emosional, dan menjaga komunikasi yang harmonis antara TNI dengan masyarakat,” ujar Dandim di sela-sela acara.
Bagi Kodim 0317/TBK, menjaga stabilitas keamanan wilayah tidak harus selalu lewat patroli formal yang menegangkan. Hubungan emosional yang kuat antara warga dan tentara justru menjadi fondasi utama dalam menciptakan lingkungan yang kondusif.
Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, suasana di Kedai Kopi Laksana tetap berjalan tertib, aman, dan penuh keakraban.
Melalui pendekatan humanis di meja kopi ini, Kodim 0317/TBK kembali membuktikan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bisa dirajut lewat hal-hal sederhana yang dicintai masyarakat.
Ketika peluit akhir berbunyi, bukan hanya skor pertandingan yang berkesan, tetapi juga sinergi yang makin rekat.
