IMG-20260905-WA0023_11zon

Kasdim 0317/TBK, Istain Tamimi, memberikan materi wawasan kebangsaan kepada mahasiswa baru STIE Cakrawala Karimun. Foto: Istimewa

Karimun – Komando Distrik Militer (Kodim) 0317/Tanjung Balai Karimun menyisipkan materi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) dan Bela Negara dalam agenda Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Cakrawala Karimun, Sabtu, 5 September 2026.

Materi ini disampaikan langsung oleh Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0317/TBK, Mayor Inf Istain Tamimi, di hadapan puluhan mahasiswa baru.

Dalam pemaparannya, Istain menekankan peran vital Kabupaten Karimun dalam menjaga kedaulatan serta stabilitas ekonomi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Secara geografis, posisi Karimun sangat strategis karena berbatasan langsung dengan negara tetangga, Singapura dan Malaysia.

“Karimun merupakan gerbang ekonomi yang memiliki posisi sangat strategis. Karena itu, pengembangan aspek geografis, ekonomi, perdagangan, maritim, hingga toleransi menjadi kunci kunci utama,” ujar Istain.

Ia menegaskan, kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal menjadi benteng sekaligus motor penggerak perekonomian daerah. Mahasiswa STIE Cakrawala Karimun dipersiapkan untuk mengisi posisi garda terdepan tersebut.

Istain meluruskan pemahaman bahwa aksi bela negara tidak selalu identik dengan aktivitas militer atau angkat senjata.

Bagi civitas akademika, khususnya mahasiswa, penerapan bela negara dapat diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Bela negara bagi mahasiswa bisa dilakukan dengan belajar sungguh-sungguh, mencintai produk dalam negeri atau UMKM, menangkal penyebaran hoax dan paham radikalisme, serta memegang teguh prinsip disiplin dan tanggung jawab,” kata Istain.

Sebagai akademisi di bidang ekonomi, mahasiswa STIE Cakrawala juga dituntut memiliki empat peran penting:

Di antaranya Agen perubahan (agent of change) untuk mendorong inovasi di bidang ekonomi, Pengembang ekonomi dengan Aktif memajukan UMKM lokal dan memanfaatkan ekosistem digital, Kontrol sosial mengawasi dan mencegah praktik korupsi serta pelaku usaha dengan menjadi pebisnis yang menjunjung tinggi etika.

Guna mewujudkan peran tersebut, Kasdim mengimbau seluruh mahasiswa baru untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila di lingkungan kampus.

Penerapan Pancasila dalam kehidupan kampus dapat dimulai dari Sila ke-1 menjaga toleransi antarumat beragama, Sila ke-2 saling menghargai dan menghormati sesama mahasiswa, Sila ke-3 aktif berorganisasi melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), maupun Himpunan Mahasiswa.

Lalu, Sila ke-4 dengan menjunjung tinggi nilai demokrasi, seperti saat pemilihan ketua organisasi, Sila ke-5 membudayakan sifat gotong royong dan saling membantu sesama civitas akademika.

Melalui pembekalan wawasan kebangsaan ini, para mahasiswa baru diharapkan tidak hanya unggul secara akademis di bidang ekonomi, tetapi juga memiliki rasa nasionalisme yang kuat untuk membangun daerah dan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *