TNI AL menggagalkan penyelundupan narkoba cair dalam bentuk cartridge vape. Foto: kurasidata.com
KARIMUN — Tim Gabungan Quick Response Region Naval Command IV Lanal Tanjung Balai Karimun (TBK) bersama Satgas Cakra 26-K Pusintelal berhasil menggagalkan aksi penyelundupan narkotika jenis baru di perairan Pulau Menteras Besar, Kepulauan Riau, Sabtu (5/9).
Sebanyak 240 unit cartridge vape berisi cairan narkoba yang diselundupkan dari Malaysia menuju Batam berhasil disita petugas.
Menindaklanjuti penggagalan tersebut, TNI Angkatan Laut langsung menggelar konferensi pers sekaligus memusnahkan seluruh barang bukti dengan cara dibakar di Mako Lanal TBK pada Senin (7/9), dengan disaksikan oleh jajaran instansi terkait.
Wadan Kodaeral IV Laksma TNI Ketut Budiantara menegaskan bahwa modus penyebaran narkotika lewat cairan rokok elektrik ini merupakan ancaman serius yang menyasar gaya hidup generasi muda.
“Ini perlu diwaspadai dan harus disosialisasikan ke masyarakat kita, jangan sampai menggunakan vape yang mengandung narkoba,” tegas Ketut di Mako Lanal TBK, Senin (7/9).
Ketut membeberkan bahwa dampak penggunaan narkotika cair ini sangat mematikan. Penyerapan zat aktif yang masuk langsung melalui paru-paru mampu memicu efek berbahaya ke otak dalam hitungan detik.
Beberapa risiko kesehatan fatal yang ditimbulkan meliputi halusinasi parah dan kerusakan saraf secara instan, disfungsi jantung hingga risiko gagal napas hingga ketergantungan ekstrem bagi para penggunanya.
Penyebaran zat terlarang berkedok tren kekinian ini dinilai berpotensi merusak generasi muda sekaligus mengancam keberhasilan pencapaian bonus demografi Indonesia pada 2030 mendatang.
Oleh karena itu, Ketut meminta seluruh instansi maritim dan elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam memberantas peredaran gelap narkoba.
Komandan Lanal TBK Letkol Laut (P) Samuel Cherestian Noya menjelaskan bahwa penggagalan ini bermula dari patroli rutin di perairan Menteras Besar. Tim di lapangan mengendus pergerakan mencurigakan dari sebuah kapal bermesin 40 PK yang melaju kencang dari arah barat menuju timur.
“Tim patroli sempat mendekat sampai jarak sekitar lima meter dengan kapal pelaku,” ungkap Samuel.
Sadar posisinya terdesak, pelaku nekat melakukan manuver berbahaya untuk meloloskan diri. Kendati petugas telah melepaskan tembakan peringatan ke udara, kapal pelaku tetap melaju kencang.
Di tengah aksi kejar-kejaran yang mencekam, pelaku melemparkan satu tas berisi 240 cartridge vape narkotika ke laut demi mengelabui petugas. Petugas akhirnya memilih fokus mengamankan barang bukti yang dibuang ke laut tersebut.
Memanfaatkan kondisi cuaca malam yang gelap gurita, pelaku berhasil melarikan diri dari kejaran tim gabungan.
Hingga saat ini, TNI AL bersama instansi terkait masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk membongkar jaringan internasional di balik upaya penyelundupan tersebut.
