Ilustrasi pencurian. Foto: Istimewa
Karimun – Meli, warga Perumahan Ifolia, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, harus mengurut dada. Rumah kediamannya kembali disatroni kawanan maling pada Senin, 10 Agustus 2026. Kejadian pahit ini menjadi kali kedua baginya dalam kurun waktu sebulan terakhir.
Peristiwa ini baru disadari Meli saat dirinya pulang bekerja sekitar pukul 00.15 WIB. Langkah kakinya terhenti ketika mendapati pintu dan isi dalam rumahnya sudah dalam kondisi acak-acakan.
“Saat pulang kerja tengah malam, kondisi rumah sudah acak-acakan,” ungkap Meli dengan nada kecewa, Senin pagi.
Pelaku diduga kuat melancarkan aksinya dengan merusak jendela untuk bisa menerobos masuk. Tak berhenti di situ, pelaku yang leluasa beraksi di dalam rumah juga mendobrak handle pintu kamar utama hingga jebol, lalu menggeledah seluruh penetrates isi ruangan.
Dari penelusuran sementara, pencuri berhasil membawa lari sejumlah barang berharga, mulai dari sebuah jam tangan hingga tabung gas LPG 3 kilogram milik korban.
Kejadian ini melengkapi catatan kelam musibah yang menimpa Meli. Beberapa pekan sebelumnya saat wilayah Karimun dilanda pemadaman listrik total (blackout) warung sembako miliknya juga menjadi sasaran pembobolan.
Pada insiden pertama tersebut, korban mengalami kerugian cukup besar lantaran puluhan slop rokok dan uang tunai bernilai jutaan rupiah raib digondol maling. Saat itu, Meli memilih untuk tidak memperpanjang masalah ke ranah hukum.
Namun, berulangnya aksi kejahatan dalam waktu singkat ini membuat kesabarannya habis.
“Ini sudah kedua kalinya dalam sebulan. Waktu blackout kemarin warung saya juga kemasukan maling. Lantaran makin meresahkan, kali ini saya memilih membawa kasus ini ke jalur hukum,” tegasnya.
Saat ini, Meli tengah berkoordinasi dengan pengurus Perumahan Efolia sebelum resmi melayangkan Laporan Polisi (LP) ke Mapolres Karimun.
Maraknya aksi pencurian ini menjadi alarm keras bagi keamanan lingkungan di kawasan Tebing. Warga berharap aparat penegak hukum dapat bertindak cepat mengusut tuntas kasus ini dan menangkap pelaku sebelum ada korban-korban berikutnya.
