Proyek Baru (34)_11zon

Ilustrasi ramai warga mendatangi hotel karena listrik padam. Foto: Istimewa

Karimun – Gelap gulita dan gerah menyelimuti Pulau Karimun, Kabupaten Kepulauan Riau, sejak Senin, 20 Juli 2026. Krisis kelistrikan melanda wilayah ini setelah gangguan salah satu unit mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

Tak hanya itu, gangguan pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) serta insiden terbakar pada salah satu gardu hubung kian memperparah keadaan.

Akibat blackout massal yang berlangsung hingga puluhan jam ini, aktivitas warga menjadi terganggu. Pasokan air bersih ikut terhenti karena mesin pompa tak berfungsi.

Menghadapi malam tanpa pendingin udara dan air bersih, warga memilih mengambil langkah praktis daripada meratapi keadaan.

Sejumlah keluarga khususnya yang memiliki anak balita memilih “mengungsi” dengan menginap di hotel.

Salah seorang warga, Randy Syaputra, mengaku tak tega melihat anaknya yang baru berusia 2,5 tahun terus rewel akibat cuaca panas.

“Kasihan anak saya, semalam harus uring-uringan tidak bisa tidur. Selain itu pasokan air juga mati. Kalau berharap sama PLN mau sampai kapan? Walau bayar lebih, setidaknya anak kami bisa tenang,” tutur Randy, Selasa, 21 Juli 2026.

Penelusuran di platform pemesanan kamar daring seperti Agoda dan Traveloka, pada 21 Juli 2026 pukul 18.00 menunjukkan tingkat hunian (okupansi) hotel di kawasan Karimun sebagian besar penuh.

Pemadaman listrik ekstrem ini juga memukul para pelaku usaha kecil. Bahan makanan dingin terancam membusuk akibat kulkas mati total.

Selain itu, kondisi ini juga memicu sejumlah warga juga sempat mendatangi kantor PLN untuk meminta kepastian kapan pasokan listrik kembali normal.

Polisi juga tampak berjaga di kantor PLN ULP Tanjungbalai Karimun untuk mengantisipasi gelombang masyarakat sebagai reaksi atas pemadaman yang terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *