Karimun – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Mulia Karimun mengisyaratkan bakal melakukan penyesuaian tarif air bersih, dengan proyeksi kenaikan mencapai 30 persen dari tarif normal saat ini.
Langkah ini terpaksa dipertimbangkan akibat melonjaknya biaya operasional perusahaan secara signifikan, khususnya pada pengadaan bahan kimia yang krusial untuk proses pengolahan air bersih imbas dari kondisi geopolitik dunia saat ini.
Direktur Perumda Tirta Mulia Karimun, Feri Kurniawan, menjelaskan bahwa ketidakstabilan politik internasional seperti perseteruan antara Iran dan Amerika Serikat telah mengerek harga komoditas global.
Bagi industri pengolahan air, dampaknya sangat terasa pada meroketnya harga bahan baku esensial.
“Beban biaya operasional kami meningkat tajam, terutama untuk bahan kimia. Gejolak geopolitik dunia saat ini menyebabkan harga komponen utama pengolahan air seperti soda, alum, dan kaporit melambung hampir 70 persen,” ungkap Feri, Jumat, 26 Juni 2026.
Menurut Feri, restrukturisasi harga ini sudah sangat mendesak demi menyelamatkan kas perusahaan. Sebagai catatan, Perumda Tirta Mulia Karimun sama sekali belum pernah menaikkan tarif layanan mereka sejak tahun 2018.
Namun, memasuki tahun 2026 ini, akumulasi kenaikan harga bahan kimia sudah terlanjur tinggi dan tidak lagi sebanding dengan pendapatan perusahaan.
Kondisi dilematis inilah yang membuat penyesuaian harga menjadi jalan paling rasional demi menjaga kelangsungan operasional dan mutu air baku.
Merespons situasi tersebut, Kuasa Pemilik Modal (KPM) telah memberikan instruksi kepada jajaran manajemen untuk mengalkulasi ulang formulasi tarif yang ideal dan proporsional.
“KPM meminta kami menghitung penyesuaian tarif karena lonjakan biaya produksi sebesar 70 persen itu sudah menjadi beban usaha yang sangat berat,” imbuhnya.
Saat ini, manajemen Perumda Tirta Mulia Karimun tengah mematangkan perhitungan tersebut. Langkah preventif ini diambil agar pasokan air bersih ke rumah-rumah warga tetap lancar dan kualitasnya tidak merosot.
Menurut kalkulasi sementara, skenario kenaikan akan berada di kisaran 30 persen dari tarif yang berlaku saat ini. Kebijakan penyesuaian harga ini dipastikan akan menyasar seluruh kategori pelanggan tanpa ada pengecualian.
“Formulasi ini kami hitung matang-matang agar distribusi air ke masyarakat tidak terganggu. Estimasi sementara, penyesuaian berkisar di angka 30 persen dari tarif biasanya,” pungkas Feri.
Pihak manajemen pun berharap masyarakat Kabupaten Karimun dapat memaklumi kondisi sulit ini, mengingat kebijakan tersebut harus diambil demi mempertahankan napas operasional perusahaan di tengah impitan krisis global.
