Karimun – PT BPR Tuah Karimun (Perseroda) menggandeng Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kabupaten Karimun berkerjasama untuk membangun ekosistem ekonomi kolektif bagi para nelayan, yang ditandai dengan penandatanganan MoU antara Direktur BPR Tuah Karimun, Siska Naritasari dengan Ketua KNTI Ari Supriadi Nurfaizal, di Restoran Kampung Kita, Rabu 16 September 2026.
Melalui kerja sama ini, BPR Tuah Karimun dan KNTI tidak hanya fokus pada akses permodalan, tetapi juga mendorong penguatan usaha nelayan mulai dari kelembagaan kelompok, pengelolaan hasil tangkapan, pengolahan produk laut hingga pemasaran.
Direktur BPR Tuah Karimun, Siska Naritasari, mengatakan sektor perikanan memiliki potensi besar dalam menopang perekonomian daerah. Karena itu, pihaknya ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat nelayan melalui dukungan yang lebih menyeluruh.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin BPR Tuah Karimun hadir lebih dekat dengan masyarakat nelayan. Bukan hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi bersama-sama membangun ekosistem usaha agar nelayan semakin produktif dan mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan,” ujar Siska.
Menurutnya, konsep ekonomi kolektif menjadi salah satu strategi yang dapat memperkuat posisi nelayan. Dengan adanya kelompok usaha yang lebih terorganisir, berbagai kebutuhan nelayan dapat dikelola secara bersama.
Mulai dari penyediaan sarana melaut, pengelolaan hasil tangkapan, pengembangan usaha hingga memperluas akses pasar.
“Kalau nelayan bergerak sendiri-sendiri, ruang pengembangannya tentu berbeda. Dengan penguatan kelompok, kita dapat membangun rantai usaha yang lebih terorganisir, mulai dari nelayan, kelompok, pembiayaan sampai pasar,” jelasnya.
Siska menambahkan, ke depan BPR Tuah Karimun akan menjajaki berbagai bentuk dukungan pembiayaan dan layanan keuangan yang sesuai dengan karakteristik usaha nelayan.
Namun, seluruh dukungan tersebut tetap akan memperhatikan kemampuan usaha, prinsip kehati-hatian perbankan, serta ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Ketua KNTI Kabupaten Karimun, Ari Supriadi Nurfaizal, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia mengatakan kolaborasi bersama BPR Tuah Karimun merupakan langkah penting untuk memperkuat posisi nelayan tradisional di Kabupaten Karimun.
Selama ini nelayan tidak hanya membutuhkan bantuan modal, tetapi juga pendampingan agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan.
“Nelayan membutuhkan ekosistem yang mendukung, bukan hanya sekadar akses modal. Bagaimana hasil tangkapan mereka memiliki nilai tambah, bagaimana kelompok nelayan bisa lebih kuat, dan bagaimana mereka memiliki akses terhadap pasar, itu yang harus kita bangun bersama,” ujar Ari.
Ia menjelaskan, KNTI memiliki peran untuk menjembatani kebutuhan dan aspirasi nelayan agar dapat disampaikan secara lebih terorganisir. Sementara BPR Tuah Karimun dapat menjadi mitra strategis dalam memberikan dukungan dari sisi layanan keuangan dan pembiayaan usaha produktif.
“Kami berharap kerja sama ini menjadi awal dari program-program nyata yang memberikan manfaat langsung kepada nelayan. Mulai dari literasi keuangan, penguatan kelompok usaha, pengembangan usaha bersama hingga membuka akses pemasaran yang lebih luas,” tuturnya.
