IMG-20260901-WA0036_11zon

Seminar parenting "Wonderfull Family". Foto: Istimewa

Karimun – Ratusan orang tua dan pasangan suami-istri memadati Ballroom Hotel Aston Karimun dalam Seminar Akbar “Wonderful Family” yang digelar Yayasan Al-Ishlah Kabupaten Karimun, Minggu, 30 Agustus 2026.

Kegiatan ini menjadi wadah edukasi sekaligus gerakan sosial untuk memperkuat peran keluarga sebagai benteng utama peradaban masyarakat Karimun.

Bupati Karimun, Iskandarsyah, yang membuka langsung acara tersebut, mengapresiasi penuh inisiatif Yayasan Al-Ishlah beserta lembaga mitra. Ia menekankan pentingnya benteng keluarga, terutama untuk menghadapi berbagai tantangan sosial di daerah perbatasan.

“Kita berada di jalur internasional. Risiko narkoba, pergaulan bebas, hingga pernikahan dini itu ada. Pemerintah terus berupaya mengatasi peredarannya, tetapi keluarga adalah benteng pertahanan paling utama,” ujar Iskandarsyah.

Seminar ini menghadirkan dua narasumber asal Yogyakarta, yakni Ustadz Cahyadi Takaryawan (Founder Sekolah Ayah Ibu) dan sang istri, Ustadzah Ida Nurlaila (Konsultan Jogja Family Center).

Keduanya membawakan dua sesi materi utama, yaitu seni mengelola emosi orang tua saat mengasuh anak serta strategi menjaga keharmonisan pasangan suami-istri.

Ketua Pelaksana Seminar Akbar Wonderful Family, Maimunah, menjelaskan bahwa ikhtiar ini bertujuan agar setiap orang tua di Karimun memiliki wawasan pengasuhan yang lebih sehat dan berbasis nilai-nilai keagamaan.

“Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak. Membangun keluarga yang wonderful bukan berarti keluarga tanpa masalah, melainkan keluarga yang mampu menghadapi masalah dengan komunikasi yang baik, kesabaran, dan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai landasannya,” terang Maimunah.

Suasana seminar berlangsung hangat dan haru. Pada sesi pertama, para peserta disuguhkan penampilan lagu “Ayah & Ibu” dari siswa-siswi sekolah Islam terpadu yang membuat banyak peserta tersentuh.

Sementara di sesi kedua, para pasangan suami-istri diajak berinteraksi lewat penulisan apresiasi serta harapan bagi pasangan masing-masing.

Selain edukasi pengasuhan, agenda yang diikuti hampir 300 peserta ini juga diisi dengan penggalangan dana kemanusiaan untuk Palestina yang digagas Lembaga Manajemen Infaq (LMI).

Bupati Karimun beserta istri turut menyerahkan donasi sebesar Rp20 juta yang disusul oleh jajaran pejabat Pemkab Karimun dan para peserta seminar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *